Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2013

Implementasi Filsafat Pendidikan Matematika




Hermenetika dapat digunakan dalam bidang apapun seperti hermenetika orang tua dengan anak, hermenetika guru dengan siswa dan lain sebagainya. Unsur dasarnya adalah lurus dan melingkar. Setiap orang berbeda keterampilannya dalam menembus ruang dan waktu karena ruang dan waktu itu berdimensi-dimensi. Pemikiran orang berpendidikan dengan yang tidak berbeda dalam menembus ruang dan waktu. Melingkar artinya berinteraksi. Yang diatas guru, yang di bawah murid, demikian pula hubungan antara kakak dengan adik, akhirat dengan dunia, dst, dan ternyata hal itu pun meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Tanaman pun berhermenetika, artinya bagaimana tanaman itu berhemenetika dengan matahari. Maka harapannya setiap kita dapat bebas, merdeka, dalam mengekspresikan diri kita dalam menjalani kehidupan ini. Namun, harus hati-hati dan mempunyai pedoman yang kuat dalam menjalani hidup karena banyak hal-hal negatif yang dapat merugikan diri kita yang berasal dari dalam maupun dari luar diri kita.

Tanya Jawab Filsafat Refleksi Kuliah Tanggal 17 Desember 2012



 Berikut refleksi kuliah filsafat pendidikan matematika yang telah dilaksanakan. Mahasiswa memnyampaikan pertanyaan yang kemudian dijelaskan oleh dosen, Bp. Marsigit.
Lina Dwi Aris: Apa yang dimaksud dengan hakikat angin?
Obyek filsafat itu berdimensi sehingga cara mengetahui obyeknya pun juga berdimensi. Dimensi yang paling primitif adalah dimensi intuisi. Sejak kapan kamu kenal dengan angin? Jika tidak bisa mengetahui sejak kapan, maka kita termasuk kaum intuisinoism. Jadi intuisi itu sangat penting. Hampir dalam hidup kita ini ada dalam intuisi. Berinteraksi dengan benda-benda itu adalah merupakan langkah kita untuk mendapatkan intuisi. Maka immanuel kant membentuk kategori-kategori yang kemudian digunakan kembali untuk berfikir. Artinya, kita dalam membedakan besar dan kecil misalnya. Maka dalam belajar filsafat ada 4 langkah yaitu secara material, normal, normatif, dan spiritual. Secara material, terdapat angin,,,dst . Setiap yang ada dan yang mungkin ada itu terdapat intuitif. Intuitif antar orang yang satu dengan yang lain itu berbeda.

Rabu, 19 Desember 2012

Tanya Jawab Filsafat


Refleksi Kuliah, 10 Desember 2012
Setelah pertanyaan dari seluruh mahasiswa disampaikan, berikut hasil refleksi kuliah Filsafat Pendidikan Matematika bersama Prof. Dr. Marsigit di FMIPA UNY. 
ΓΌ  Apakah segala yang ada di alam semesta ini memiliki pola? (Yulian Angga P)
Jawab:

Rabu, 05 Desember 2012

Mitos dan Intuisi

Filsafat bertransformir secara makro dan mikro. Secara makro berarti universal dan secara mikro berarti apa yang terjadi di dalam diri kita. Ketika orang Yunani mengalahkan mitos-mitos sebenarnya hal itu juga terkait dengan diri kita sesuai dengan ruang dan waktu. Orang Yunani dewasa yang membongkar mitos. Jangan dianggap mitos tidak ada manfaatnya. Justru mitos ini bermanfaat bagi anak-anak. Anak kecil dalam belajar segala sesuatu menggunakan mitos. Ia tidak mengerti artinya, tetapi melakukannya. Hampir 90% anak belajar dari mitos dan ia belum memikirkannya.
 Mitos bisa dimengerti bahwa seorang anak tidak akan memikirkan sesuatu yang akan terjadi jika ia melakukan sesuatu. Anak hanya melakukan apa yang ia lakukan tanpa memikirkan akibat dan risiko yang terjadi. Misalnya, ketika melihat api, anak bisa jadi mengingikan untuk memegangnya, ia melakukan tetapi tidak akan memikirkan bahwa jika ia melakukan tangannya akan terbakar. Sholat misalnya, bagi anak itu juga mitos. Anak kecil yang belum mengerti makna sholat, tetapi ia ikut melakukan sholat sekalipun belum mengerti bahwa dalam sholat terdapat nilai ibadahnya. Sama halnya dengan orang Yunani, di dalamnya juga terdapat banyak mitos. Siswa pun juga belajar dengan mitos. Ketika belajar pythagoras misalnya, siswa juga bisa menggunakan mitos pythagoras dalam menemukan sisi miring segitiga siku-siku.

Senin, 26 November 2012

MENEMBUS RUANG DAN WAKTU



Telah dimengerti bahwa berfilsafat adalah olah pikir yang bisa berarti olah pikir sendiri, olah pikir bersama-sama, olah pikir bangsa indonesia, olah pikir bangsa-bangsa di dunia, olah pikir memikirkan akhirat atau yang lain. Dalam berfilsafat kita harus menggunakan referensi yaitu pikiran para filsuf. Oleh karena itu, berfilsafat yaitu memikirkan pikiran para filsuf.

Senin, 12 November 2012

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT, TOKOH, DAN IDENYA


A.       PENDAHULUAN
Filsafat merupakan ilmu yang mengalir. Perkembangan filsafat mulai dari Zaman Yunani Kuno hingga Zaman Modern (Power Now) diibaratkan sebagai ilmu yang mengalir dari gunung-gunung yang memiliki sungai hingga ke lautan dalam. Berikut penggambaran perkembangan filsafat dari masa ke masa secara umum:

Rabu, 07 November 2012

Aliran Filsafat dan Kaitannya dalam Berfilsafat


Aliran filsafat bisa tergantung obyeknya. Jika obyeknya benda-benda alam, maka filsafatnya adalah filsafat alam. Namun, aliran filsafat juga bisa diberi nama sesuai dengan tokohnya. Misal Hegel, ia adalah tokoh yg mengatakan bahwa segala yang ada dan yang mungkin ada itu sejarah. Jadi, filsafat sejarah adalah Hegelialism.

Senin, 08 Oktober 2012

Hakikat dan Adab Filsafat


Agar kita bisa mempelajari filsafat pendidikan matematika maka kita perlu belajar filsafat. Filsafat adalah olah pikir refleksif sehingga dalam perkuliahan pun harus berfikir, bukan menulis. Jadi, kuliah refleksif artinya setiap perkuliahan harus merefleksi kembali, yaitu mengungkapkan kembali. Dari apa yang diperoleh dalam perkuliahan, harus diungkapkan kembali.
Selanjutnya, mengapa harus filsafat terlebih dulu yang harus dipelajari ?